kenangan

dimana dulu ak xpnh blajar erti kebenaran…ak ssh tok mnerima kenyataan..

ak tau ak hanya insan yg kadang kala xdpt tok menilai yg mana kaca dan permata…

ak tersungkur…dgn ape yg  tlh terjadi…

ak merana idup seperti ini…

tp…hny insan bernama teman shj yg mampu mghilangkan keresahan hati…

hnya insan bernama teman shj yg dpt ku hulur kan sekuntum mawar…agar trus mewangi idup ini…

bercinta,pasti berakhir dgn perpisahan…segala ksh syg yg diberi,terpaksa ku hentikan…perit ku,hny tuhan shj yg tau…engkau yg bernama ???…ksh syg ku xkan lentur walau ksh xsgp lg ku berikan…

tawaKAL

Semua yang ada di dalam hidup adalah pemberian Tuhan dan karena Tuhan..
Tak ada satu alasanpun yang mampu membuat kita menjadi sombong...
Tak ada satu alasan pun yang mampu membuat kita menyesal...
karena tidak memiliki apa yang dimiliki orang lain...
karana sebenarnya belum tentu orang lain memiliki apa yang kita miliki...
Oleh karana itu kita hidup harus saling membantu dan memperlengkapi....

"keikhlasan"

jadilah seperti akar yang gigih mencari air,,
menembus tanah yang keras didalam dasar perut bumi
dia berjuang mati2an demi untuk sebatang pohon...
ketika pohon itu mulai tumbuh..

berdaun rimbun, berbungga indah..
menampilkan eloknya pada dunia & mendapatkan pujian pula..
akar tidak iri'' ia tetap bersembunyi dalam tanah. 
itulah makna dari sebuah ketulusan dan keikhlasan...!

TerSAdaR dALam GeliSAh

dihamparan kain yang lusuh
jiwa tertunduk dan bersimpuh
memohon ampun dari yang maha pengampun
atas segala dosa-dosa
yang mencemari raga yang semakin rentakami……
hanyalah setitik debu yang hina
yang rapuh dan tak lupat
dari hilaf serta dosa
tersadar didalam gelisah
setelah begitu jauh melangkah
setelah begitu jauh melangkah
setelah terlalu lama terlena
akan kenikmatan nafsu dunia fatamorgana
mungkinkah kan mengelupas dari tubuh
kotoran-kotoran
yang telah mendarah daging menjadi satu
kami tahu…..
tubuh

TaK peRnAh DiMiliKi

Berhakkah kau memanggilnya kembali
Sesuatu yang tak pernah kaumiliki
Dia hanyalah titipan
Tak pernah jadi milikmu

Dia memang telah hadir
Hanya tuk sementara
Dia telah pulang
Akan halnya dirimu, diriku, kita

Rindukan dirinya
Kenangkan hadirnya
Ingatlah masanya
Namun jangan panggil kembali

Dia telah tenang
Dia telah pulang
Jangan kau usik
Yang tak pernah kau miliki